Jakarta, (jakartalounge) – Bagi anda yang sering melintas di sekitaran jalan Cut Meutia, Jakarta Pusat tentu tidak asing dengan bangunan berkubah cokelat bergaya Eropa yang merupakan Masjid Cut Meutia.

Masjid itu dulunya merupakan kantor biro arsitek milik Pieter Adriaan Jacobus pada 1879-1955.

Bangunan ini pada masanya juga pernah menjadi Kantor Jawatan Kereta Api Belanda dan saat penjajahan Jepang menjadi Kantor Kempetai Angkatan Laut.

Setelah Indonesia merdeka, gedung tersebut pada 1966 pernah menjadi gedung MPRS yang diketuai oleh abdul Haris Nasution serta beralih menjadi Kantor Urusan Perumahan dan kemudian sebagai Kantor Urusan Agama. Barulah pada 1972, gedung bersejarah itu dihibahkan kepada yayasan Cut Meutia untuk digunakan sebagai rumah ibadah umat Muslim.

“Jadi gedung ini memiliki sejarah yang panjang dan sekarang menjadi masjid yang Alhamdulillah ramai,” kata pengurus Masjid Cut Meutia, Mohamad Erwin.

Pada Ramadhan seperti sekarang, masjid Cut Meutia memiliki berbagai kegiatan seperti buka puasa gratis dengan nasi kotak serta “ta’jil” untuk 1500 jamaah. “Kami banyak mendapat infak seperti dari ibu Tutut Soeharto, Gubernur DKI, Fauzi Bowo, serta sejumlah pengurus masjid,” kata Erwin.

Remaja Islam Cut Meutia (RICMA) juga mengadakan kegiatan saat Ramadhan seperti pesantren kilat bagi anak-anak pada 12-14 Agustus selain telah membagikan “ta’jil” on the road di Bundaran Hotel Indonesia sebanyak 3 ribu bungkus kue pada 5 Agustus.

“Pada 13 Agustus setelah solat tarawih, Remaja Masjid Cut Meutia juga akan mengadakan festival musik jass yang rencananya akan dihadiri oleh Andien, Tompi, Idang Rasyidi, dan Dwiki Darmawan,” kata Erwin.

Erwin menambahkan bahwa pada 16 Agustus mereka akan mengadakan “Merah Putih Bersepeda Santai” untuk merayakan hari ulang tahun Republik Indonesia dan Nuzulul Quran setelah tarawih dengan jarak kurang lebih 17 kilometer.

Nah, itulah segelintir sejarah dan kegiatan di Masjid Cut Meutia, jadi ayo kita semarakkan Masjid di bulan Ramadhan ini. (Bayu Prasetyo)