Tag Archive: Taman Mini Indonesia Indah


Let’s visit Jakarta pavilion on Taman Mini

Rumah adat Betawi, Kebaya yang ada di Anjungan DKI Jakarta Taman Mini Indonesia Indah terawat dengan baik. Anjungan DKI Jakarta memiliki koleksi benda khas rakyat Betawi serta ruang blandongan sebagai tempat kegiatan kesenian rakyat Betawi. (Foto: Bayu Prasetyo)

If we live in Jakarta, none the less if we do not know about the native tribe of Jakarta, Betawi. To do so, we could utilize DKI Jakarta Pavilion at Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

We can find Betawi culinary and arts on this pavilion precisely near TMII railway station and beside the tanah airku theater which is next to the Lampung pavilion.

Visitors will be greeted with ondel-ondel statue in front of information building and Betawi gallery.

While Blandongan that the Betawi people used to do art activities can we see in front of the museum with grass that lies beyond.

Besides, the visitors can see traditional house like Joglo and Kebaya which has a room like Paseban or terrace, living room, Pangkeng or bedroom, dressing room, Ta’pang or kitchen.

Inside the house there is also a specific native Betawi interior equipment in the past that certainly adds to the impression of a classic house.

A visitor, Asti said that she was pleased to take rest on Betawi pavilion because it’s comfortable and cool.

“Because many trees and grass so impressed cool,” Asti said, adding that the platform is also convenient because they have blandongan.

Building information and exhibits contain historical dioramas of Jakarta since ancient times, the colonial period, the old order and the new, as well as the reform period.

The building has a mini theater with a capacity of 30 people to watch shows about the development of Jakarta from various aspects.

For those of you who missed the typical culinary of Betawi, they can found here such as toge goreng and kerak telor with an affordable price.

In addition to functioning as a place of education, the platform also provides a unique dance training like Samrah Betawi dance on Thursday. (Bayu Prasetyo)

Nyok kite ke anjungan Jakarta

Patung Ondel-Ondel di halaman Anjungan DKI Jakarta Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Anjungan DKI memiliki gedung pameran yang di dalamnya berisi diorama sejarah Jakarta sejak zaman purba hingga reformasi. (Foto: Bayu Prasetyo)

Kebudayaan Betawi yang memiliki beragam kesenian serta kuliner khasnya dapat kita temui di anjungan DKI Jakarta tepatnya dekat stasiun kereta api keliling dan teater tanah airku di sebelah anjungan lampung.

Jakarta, (jakartalounge) – Jika anda tinggal di Jakarta rasanya masih kurang pengetahuan kita jika tidak mengenal suku asli DKI Jakarta, Betawi. Untuk mengetahui seluk beluk Betawi kita dapat memanfaatkan anjungan DKI Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Kebudayaan Betawi yang memiliki beragam kesenian serta kuliner khasnya dapat kita temui di anjungan DKI Jakarta tepatnya dekat stasiun kereta api keliling dan teater tanah airku di sebelah anjungan lampung.

Begitu pengunjung masuk ke pelataran anjungan, pelancong akan disambut dengan dua patung ondel-ondel di depan gedung informasi.

Blandongan, tempat warga Betawi biasa melakukan kegiatan kesenian seperti tari-tarian serta lenong dapat kita lihat di depan museum dengan rumput yang menghampar di sekitarnya.

Selain itu para pengunjung dapat melihat Rumah adat Betawi seperti rumah Kebaya atau Joglo yang memiliki ruangan seperti Paseban atau teras, ruang tamu, Pangkeng atau ruang tidur, ruang rias, serta Ta’pang atau dapur.

Di dalam rumah juga terdapat perlengkapan interior asli khas Betawi tempo dulu yang tentu saja menambah kesan klasik pada rumah tersebut.

Seorang pengunjung, Asti mengatakan bahwa dia senang berisitirahat di anjungan Betawi karena tempatnya yang nyaman dan sejuk.

“Karena banyak pohon dan rumput jadi terkesan sejuk dan adem,” kata Asti menambahkan bahwa anjungan tersebut juga nyaman karena ada blandongan yang dapat digunakan untuk tempat istirahat.

Gedung informasi dan pameran berisi diorama sejarah Jakarta sejak zaman purba, masa kolonial, orde lama dan baru, serta masa reformasi.

Gedung tersebut memiliki teater mini berkapasitas 30 orang untuk menyaksikan tayangan tentang perkembangan Jakarta dari berbagai aspek.

Untuk anda yang rindu kudapan khas Betawi, dapat menemukannya di sini seperti toge goreng serta kerak telor dengan harga yang terjangkau tentunya.

Selain berfungsi sebagai tempat pendidikan, anjungan itu juga menyediakan pelatihan tari khas Betawi seperti samrah pada Kamis.

Pada saat puasa Ramadhan, anjungan DKI sepi pengunjung, dan biasanya pelancong ramai pada akhir pekan. (Bayu Prasetyo)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.